Arch Linux (or Arch, pronounced /ˈɑrtʃ/) is a Linux distribution intended to be lightweight and simple. The design approach of the development team focuses on simplicity, elegance, code correctness and minimalism. “Simplicity”, according to Arch, is defined as “…without unnecessary additions, modifications, or complications..” and is defined from a developer standpoint, rather than a user standpoint.
Inspired by CRUX, another minimalist distribution, Judd Vinet started Arch Linux in March 2002. Vinet led the project until 1 October 2007, when he stepped down due to lack of time, transferring control of the project to Aaron Griffin.
Yup, itu dia yang akan kita bahas kali ini (Arch Linux). Well, kenapa kita bahas Arch dan engga bahas distro Linux yang lain? Ya udah jelas kan karena itulah distro yang saya pakai saat ini 
Arch saya pilih karena sistem Rolling Release yang diusungnya. Keuntungan dari sistem ini adalah pemakai tidak terganggu dengan adanya release baru dalam jangka waktu tertentu (6 bulan sekali jika Ubuntu). Dengan Rolling Release ini kita tidak perlu khawatir jika Arch kita tertinggal versinya dari pemakai lain, karena hanya dengan update secukupnya maka Arch yang kita miliki sudah memiliki update terbaru yang sama dengan yang dimiliki oleh orang lain.
Selain itu, hal lain yang sangat dikenal orang dari Arch adalah Pacman. Pacman adalah suatu Package Manager yang menjadi fitur utama dari Arch Linux. Pacman menggabungkan format paket biner sederhana untuk menghasilkan sistem yang mudah digunakan (lihat makepkg dan Arch Build System). Tujuan dari Pacman adalah untuk memudahkan kita (user) dalam mengatur paket, apakah mereka berasal dari repositori Arch resmi atau AUR (Arch User Repository).
Pacman menjaga sistem agar tetap up-to-date dengan men-sinkronisasi-kan daftar paket dengan server utama. Pacman ditulis dalam bahasa pemrograman C dan menggunakan format pkg.tar.xz paket..
Hmm, apa lagi ya? Mungkin untuk saat ini cuma itu aja yang bisa saya bahas, lain kali akan saya coba bahas hal-hal yang lebih menarik seperti konfigurasi Conky dan mungkin distro Linux yang lain
Ini saya sertakan screenshot Arch yang saya gunakan (Clean Version
)

Kiw~